Bawaslu Bangka Barat Gelar Audiensi dengan Kwarcab Pramuka Bahas Kerja Sama Pelibatan Anggota Pramuka dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu dan Pemilihan
|
Mentok — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Barat menggelar audiensi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bangka Barat dalam rangka pembahasan perjanjian kerja sama mengenai pelibatan anggota Pramuka dalam pengawasan partisipatif pada Pemilu dan Pemilihan yang akan datang. Pertemuan berlangsung di Kantor Kwarcab Bangka Barat, Selasa (21/10/2025).
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari upaya Bawaslu untuk memperluas jejaring pengawasan berbasis masyarakat, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga integritas proses demokrasi. Melalui kerja sama ini, anggota Pramuka diharapkan dapat berperan aktif sebagai pengawas partisipatif yang memahami nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Perwakilan Bawaslu Bangka Barat menyampaikan bahwa Pramuka merupakan mitra strategis dalam peningkatan kualitas pengawasan Pemilu. “Pramuka memiliki karakter dan kedisiplinan yang kuat. Dengan melibatkan anggota Pramuka, kami berharap pengawasan partisipatif dapat berjalan lebih luas, terstruktur, dan edukatif bagi masyarakat,” ujarnya.
Pihak Kwarcab Bangka Barat menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program pengawasan partisipatif. Mereka menilai kerja sama ini tidak hanya memperkuat karakter peserta didik, tetapi juga menambah pengetahuan tentang demokrasi dan kepemiluan. “Kerja sama ini sangat relevan bagi pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan anggota Pramuka. Kami siap berkolaborasi dalam setiap tahapan,” ungkap perwakilan Kwarcab.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas berbagai poin penting, di antaranya konsep pelatihan bagi anggota Pramuka, mekanisme perekrutan peserta, rencana kegiatan sosialisasi kepemiluan, hingga penyusunan rancangan Nota Kesepahaman (MoU). Selain itu, Bawaslu Bangka Barat juga membuka ruang bagi Kwarcab untuk memberi masukan terkait teknis pembinaan dan pola pelibatan anggota Pramuka.
Audiensi ditutup dengan kesepakatan untuk segera menyusun dokumen perjanjian kerja sama dan menetapkan jadwal penandatanganan MoU pada kesempatan berikutnya. Kedua pihak optimistis bahwa kolaborasi ini akan memperkuat budaya pengawasan Pemilu yang inklusif serta meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Bangka Barat.