Lompat ke isi utama

Berita

Pimpinan dan Jajaran Sekretariat Bawaslu Bangka Barat Ikuti Ngabuburit Pengawasan 2026 Secara Daring

Pimpinan dan Jajaran Sekretariat Bawaslu Bangka Barat Ikuti Ngabuburit Pengawasan 2026 Secara Daring

Pimpinan dan jajajran sekretariat Bawaslu Kabupaten Bangka Barat ikuti Ngabuburit Pengawasan 2026 Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Zoom Meeting 

Mentok - Pimpinan dan jajaran Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Barat mengikuti kegiatan Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara daring pada Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Politik Uang dan Tantangan Supremasi Hukum di Indonesia” sebagai upaya memperkuat komitmen pengawasan serta meningkatkan pemahaman jajaran pengawas pemilu terhadap tantangan penegakan hukum dalam menjaga kualitas demokrasi.

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan merupakan salah satu ruang diskusi yang digagas untuk mempertemukan perspektif pengawasan pemilu dengan nilai-nilai reflektif selama bulan suci Ramadan. Melalui forum ini, peserta diajak untuk berdiskusi dan memperdalam pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pencegahan dan penindakan praktik politik uang yang masih menjadi salah satu persoalan utama dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, dibahas bahwa praktik politik uang tidak hanya berdampak pada proses pemilihan semata, tetapi juga berpotensi merusak tatanan demokrasi, melemahkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu, serta mencederai prinsip keadilan dan kesetaraan dalam kontestasi politik. Oleh karena itu, penguatan supremasi hukum menjadi aspek penting dalam memastikan setiap pelanggaran pemilu dapat ditangani secara profesional, transparan, dan berkeadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain sebagai forum diskusi mengenai isu pengawasan pemilu, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian materi keagamaan dalam rangka memaknai bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas integritas dan pengendalian diri. Materi tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Belitung, Heikal Fackar, yang menyampaikan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana untuk melatih kejujuran, kesabaran, serta kemampuan menahan diri dari berbagai perbuatan yang dapat merugikan orang lain.

Dalam penyampaiannya, Heikal Fackar juga menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa memiliki relevansi yang kuat dengan tugas dan tanggung jawab pengawas pemilu. Integritas, kejujuran, serta komitmen untuk menegakkan keadilan merupakan prinsip penting yang harus senantiasa dijaga oleh setiap insan pengawas dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.

Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini diharapkan seluruh jajaran Bawaslu, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dapat semakin memperkuat pemahaman serta komitmen dalam menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai etika serta moralitas.

Selain itu, momentum Ramadan juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pengawas pemilu untuk senantiasa menjaga integritas pribadi dan kelembagaan, serta terus mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan demokrasi yang bersih, jujur, dan berkeadilan. Dengan demikian, upaya pencegahan terhadap praktik politik uang dan berbagai bentuk pelanggaran pemilu lainnya dapat dilakukan secara lebih efektif demi terwujudnya kualitas demokrasi yang semakin baik di Indonesia.

Ngabuburit pengawasan

 

Humas Bawaslu Kabupaten Bangka Barat